Dalam menjalani berbagai macam tantangan hidup dan kehidupan perlu adanya pondasi kokoh dan mengokohkan. Paling tidak bait terakhir Trijiwa Pondok Pesantren yang sering di gaung-gaungkan itu sebagai acuan pegangan kita. "Kebebasan dalam berfikir dan kesederhanaan dalam bertindak".
Di antaranya; Kesederhanaan dalam bertindak. Artinya, kesederhanaan menjangkau berbagai tindakan dalam segala aspek kehidupan, tidak saja dalam sikap, kata-kata, dan penampilan. Sederhana menikmati yang tersedia dan tidak mencari yang tidak ada. Dalam kesederhanaan akan terlihat keindahan. Sederhana itu tidak ribet, tidak egois, tidak arogansi apalagi sombong.
Namun dewasa ini, orang-orang justru cendrung menjauhi hidup sederhana. Padahal pelaku kesederhanaan dapat membebaskan pikiran dari beban kerumitan, menjauhkan dari hal-hal yang tidak penting. Orang yang pernah menikmati nikmatnya hidup sederhana akan terus menyederhanakan kehidupannya.
Sederhana itu realistis, apa adanya atas apa yang ada bukan ada apanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar