![]() |
| Red Sea |
Winter Tour
: Teruslah berkibar
اللهم صل علي سيدنا محمد و علي اله و صحبه أجمعين
وتري بها الروايات تخفق و القنا
وتري العجاج كمثل بحر مزبد
وتري العجاج كمثل بحر مزبد
"Kau lihat disana banyak bendera-bendera berkibar dan para penyanyi laksana lautan yang airnya melimpah ruah". (Antarah al-Absi)
Syair diatas merupakan indikasi adanya kibaran-kibaran bendera. Karena jauh sejak zaman dahulu sebelum datangnya Islam, bendera merupakan simbol yang perlu dipertahankan khususnya ketika datang peperangan. Ketika bendera masih tegak berdiri, maka menunjukkan kemenangan, kekuatan, dan pertahanan yang masih kuat. Namun ketika bendera tersebut jatuh, maka menunjukkan kekalahan.
Dikisahkan, pada saat perang Mu'tah yang terjadi pada 629 M atau 5 Jumadil Awal 8 H melawan tentara kekaisaran Romawi Timur. Sebelum pasukan Islam berangkat untuk menegakkan panji La ilaha Illallah, Rasulullah telah menunjuk 3 orang sahabat -Zaid bin Haritsah, Ja'far bin Abi Thalib, dan Abdullah bin Rawahah- sekaligus mengemban amanah komandan secara bergantian. Mereka berkorban dengan semangat juang yang tinggi guna menegakkan panji Allah. Awalnya panji dibawa oleh Zaid bin Haritsah ra, dengan anak panahnya komandan pertama ini menebasi pasukan musuh sampai akhirnya ia tewas terbunuh dijalan Allah SWT.
Benderapun beralih ke tangan Ja'far bin Abi Thalib ra, ia berperang sampai tangan kanannya putus. Bendera ia pegangi dengan tangan kiri, dan akhirnya putus juga oleh musuh. Namun dengan kondisi demikian, semangatnya tak kenal surut ia tetap berusaha mempertahankan bendera dengan cara memeluknya sampai ia gugur oleh senjata lawan. Kemudian bendera beralih ketangan komandan terakhir Abdullah bin Rawahah ra, iapun gugur dalam medan peperangan setelah musuh menerjang.
Kemudian bendera diambil oleh Khalid bin Walid tanpa adanya penunjukkan kepadanya untuk memimpin pasukan. Namun, dengan kecerdikan dan kecemerlangan siasat dan strategi yang ia punya. Kaum muslimin berhasil mengalahkan Romawi dan memenangkan peperangan.
Betapa terasa semangat juang para pasukan dalam menegakkan bendera kebanggaanya. Maka seyogyanya kita ikut mempertahakan bendera yang selalu kita kibarkan (Bendera merah putih) agar tetap berdiri tegak.
Kita melakukannya bukan demi bendera yang terbuat dari kain tersebut, akan tetapi karena simbol yang dikandung oleh kain yang menjadi kebanggaan kita.
Allahu a'lam
🙏
Hormat dan cinta
Jayalah Indonesiaku
Red Sea, Hurghada
Sabtu, 26 Agustus 2017

Tidak ada komentar:
Posting Komentar